Diabetes Bisa Memicu Disabilitas

posted in: Artikel | 0

Seiring dengan naiknya usia harapan hidup maka hal ini akan memicu pertumbuhan populasi penduduk. Namun sayangnya pada seseorang yang dalam kondisi disabilitas yang disebabkan oleh kecelakaan atau sakit nonfatal hal ini akan membuat masa hidupnya menjadi kurang produktif.

Dari semua faktor pemicu penyakit paru obstruktif kronik dan diabetes mellitus adalah penyebab utamanya.

Berdasarkan penelitian mengenai years lived with disability/YLD (masa tak produktif atau tahun yang dilalui dalam kondisi disabilitas) selama periode 1990-2013 yang pernah diterbitkan oleh The Lancet, pada tanggal 8 Juni 2015 disebutkan bahwa Di Indonesia ada kenaikan waktu tak produktif akibat diabetes melitus pada kaum pria sebesar 292% dan pad kaum wanita sebesar 242%

Di sisi lain ada kenaikan waktu tak produktif pada pria yang disebabkan oleh penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sebesar 90%.

Riset yang dilakukan ini menghitung angka harapan hidup dengan disabilitas yang disebabkan oleh masalah kesehatan.

Penelitian ini sendiri dilakukan di 188 negara dengan melibatkan 301 jenis penyakit dan kecelakaan akut serta kronis.

Di dalam penelitian tersebut, pada tanggal 17 Juni 2015 Soewarta Kosen yang merupakan seorang peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan memberikan pernyataan bahwa hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian orang Indonesia yang berusia panjang termasuk dalam kategori kurang produktif bahkan sebagian jenis penyakit membuat sebagian orang kehilangan masa produktif.

“Seseorang bukan meninggal dunia yang disebabkan oleh penyakit nonfatal, melainkan hidup dalam disabilitas,” ujarnya.

Soewarta Kosen memberi contoh bahwa pada seseorang yang terkena hipertensi dan diabetes mellitus pada usia 70 tahun memiliki hidup yang lebih lama namun di sisi lain juga memiliki ketergantungan dalam hal pengobatan sehingga produktivitasnya pun menjadi  kacau maka usia produktifnya dalam hidupnya menjadi berkurang dari usia semestinya.

Selain PPOK dan diabetes sebagai penyakit penyebab utama disabilitas masih ada gangguan kesehatan lain yang bisa menjadi pemicu disabilitas orang Indonesia pada tahun 2013

Sebagian contoh dari masalah kesehatan tersebut adalah migrain, depresi berat, gangguan pendengaran, nyeri pinggang bawah, cemas, nyeri pada leher dan skizofrenia.

Penyakit degeneratif

Soewarta juga memberikan keterangan tambahan bahwa ada potensi peningkatan kasus penyakit degeneratif jika populasi penduduk lanjut usia karena kenaikan usia harapan hidup terus bertambah sehingga masa hidup yang dijalani dalam kondisi disabilitas akibat penyakit pun juga tinggi

Kondisi ini bisa semakin parah jika faktor risiko penyakit tak menular tidak terkontrol dengan baik sehingga kasus penyakit tak menular juga akan semakin berkembang secara pesat.

“Diet tak sehat dan obesitas jadi faktor risiko diabetes yang tak diatasi. Gawatnya, banyak orang tak sadar kalau terkena diabetes. Selain itu, banyaknya orang merokok meningkatkan kasus PPOK,” ujarnya.

Menurutnya pemerintah masih belum berupaya secara maksimal dalam melakukan sosialisasi kesehatan termasuk sosialisasi mengenai cara pencegahan penyakit tak menular.

Christopher Murray yang merupakan Direktur IHME  (Institute for Health Metrics and Evaluation) mengatakan bahwa negara harus memberikan perhatian khusus pada anggaran kesehatan untuk mengatasi masalah penyakit nonfatal yang menyerang lebih banyak orang di segala usia.

Profesor Theo VOS yang menjadi penulis utama riset itu juga memberikan pernyataan bahwa di dunia ini ada banyak negara yang serius dalam menangani penyakit fatal namun di sisi lain penyakit nonfatal yang tidak terkontrol juga bisa menjadi ancaman yang serius dalam hal beban penyakit.

Murray beserta peneliti yang lain telah mengambil kesimpulan bahwa pada dari seluruh negara pada periode tahun 1990-2013 ada kenaikan angka yang per orang yang dijalani dalam disabilitas (YLD)  pada 139 dari 188 negara yang diteliti.

Dengan kata lain hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang melalui masa hidupnya dengan kondisi kesejatan yang buruk.

Dalam data yang diambil pada tahun 2013 terdapat keterangan bahwa 1/5 dari YLD global disumbangkan oleh cedera fraktura, Gangguan muskuloskeletal dn cedera jaringan lunak.

Seseorang bisa memiliki resiko bertambahnya penyakit dn cedera non fatal seiring dengan terus bertambahnya usia.

Dari 2,3 milyar yang menderita lebih dari 5 jenis penyakit 81% diantaranya adalah seseorang yang berusia kurang dari 65 tahun.

Sedangkan YLD global pada tahun 1990 yang tadinya sebesar 537,7 juta pada tahun 2013 mengalami kenaikan hingga menjadi 764,8 juta.

Leave a Reply