Diabetic Ketoacidosis

posted in: Blog | 0

Diabetic ketoacidosis adalah komplikasi pada pasien diabetes mellitus yang bila tidak ditangani secara dengan tepat bisa membahayakan keselamatan jiwanya.

Pada umumnya diabetic ketoacidosis biasa terjadi pada pasien penderita diabetes tipe 1 yang disebut insulin-dependent diabetes mellitus namun hal ini juga bisa terjadi pada pasien penderita diabetes tipe 2 yang disebut non-insulin dependent diabetes mellitus. Pasien dengan ukuran badan yang gemuk dan berkulit hitam lebih beresiko terkena diabetic ketoacidosis.

Untuk menangani pasien penderita diabetic ketoacidosis, dokter akan melakukan penggalian data riwayat secara keseluruhan dan melakukan pemeriksaan fisik sejak dini untuk mengidentifikasi kemungkinan dari faktor faktor pemicu terjadinya diabetic ketoacidosis.

Pada umumnya faktor faktor pemicu dari Diabetic Ketoacidosis (DKA) adalah infark miokardia, trauma, infeksi, ataupun kehilangan insulin. Kekurangan insulin bisa menyebabkan gangguan-gangguan metabolik yang ditemukan pada DKA (diabetic ketoacidosis).

Insulin yang cukup bisa membuat sel badan menggunakan glukosa untuk dijadikan tenaga. Tubuh manusia mulai membakar lemaknya untuk menjadikannya sebagai cadangan tenaga,. Hal ini bisa menyebabkan pengumpulan di dalam darah bahan kimia bahaya yang lebih dikenal sebagai “ketone”, yang juga berada di dalam air kencing.

Dalam pengertian medis ketone adalah substansi kimiawi yang dihasilkan tubuh ketika tubuh kita tidak mempunyai cukup insulin dalam darah. Ketone yang terbentuk dalam tubuh dalam rentang waktu yang cukup lama bisa mengakibatkan koma atau sakit yang serius.

 

Tanda-tanda ketoacidosis

Yaitu dengan adanya kadar gula darah yang tinggi dan jumlah ketones dari menengah hingga tinggi dalam air kencing yang diikuti :

  • Pernapasan yang cepat dan tidak teratur
  • Wajah berwana merah
  • Perut terasa sakit
  • Bau napas asetone manis
  • Mual dan muntah
  • Gejala dehidrasi

 

Bila anda mengalami tanda-tanda  diabetic ketoacidosis seperti di atas maka sebaiknya lakukan langkah-langkah medis yang segera dilakukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat karena bisa membahayakan keselamatan jiwa anda. Anda bisa menghubungi dokter atau rumah sakit yang terdekat.

 

Leave a Reply