Langkah Mencegah Ulkus Kaki Diabetik

posted in: Blog | 0

Langkah Mencegah Ulkus Kaki Diabetik

Beberapa penderita diabetes mengembangkan kondisi yang disebut ulkus kaki diabetik. Pada kondisi ini kulit pasien akan mengalami kerusakan memiliki seperti borok yang biasanya muncul di kaki di mana anda bisa melihat jaringan yang ada di bawahnya.

Selama mendapatkan perawatan yang baik dan benar maka pasien yang menderita ulkus bisa disembuhkan. Akan tetapi ada kondisi di mana borok tidak kunjung sembuh dan akan meluas.

Dalam kondisi yang seperti ini kemungkinan pasien harus menjalani amputasi untuk mencegah infeksi yang bisa mengakibatkan resiko kesehatan yang lebih berbahaya. Langkah pencegahan dan perawatan yang tepat tentunya bisa menghindari resiko tersebut supaya tidak terjadi pada pasien.

 

Kenapa ulkus bisa terjadi ??

Ulkus kaki diabetik disebabkan oleh komplikasi diabetes pada pembuluh darah atau saraf :

  • Penyakit pembuluh darah

Diabetes bisa menyebabkan terjadinya oklusi arteri perifer (penyempitan pembuluh arteri) ataupun mikroangiopati (pecahnya pembuluh darah kecil).

Kerusakan atau penyempitan pada pembuluh darah ini bisa mengurangi aliran darah ke kaki yang mengakibatkan jaringan kekurangan nutrisi lalu mati dan berubah menjadi borok.

Pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri juga bisa menjadi terganggu jika sirkulasi darah tidak lancar. Jika hal ini sampai terjadi maka luka akan semakin meluas dan semakin sulit untuk disembuhkan.

 

  • Kerusakan saraf

Sensasi di kaki bisa menjadi hilang jika diabetes sudah menimbulkan kerusakan syaraf dan kondisi ini lebih dikenal sebagai neuropati perifer.

Dalam kondisi ini saraf pasien yang biasanya membawa sensasi rasa sakit ke otak dari kaki tidak berfungsi dengan baik.

Pasien bisa mengalami luka karena menggunakan sepatu yang ketat, menginjak sesuatu ataupun tanpa sadar tersandung hingga berhari-hari atau minggu.

Hilangnya sensasi pada kaki juga bisa menyebabkan mekanisme perlindungan terhadap kaki menjadi berkurang.

Orang yang sehat akan menyadari jika terlalu banyak tekanan pada kaki dan secara otomatis menyesuaikan posisi. Namun akan berbeda jika saraf telah rusak.

Hal ini bisa mengakibatkan munculnya luka, kaki dapat mengalami perubahan bentuk (deformitas), misalnya pada bagian tumit atau telapak kaki mengalami penebalan kulit.

Pencegahan

Tahapan Ulkus

Ulkus kaki diabetik bisa bervariasi mulai dari semacam kawah merah dangkal yang hanya melibatkan permukaan kulit hingga menjadi luas dan sangat dalam sehingga melibatkan tulang, tendon serta struktur-struktur dalam lainnya.

Pada tahap berikutnya ulkus bisa berkembang menjadi kantong nanah (abses), menyebarkan infeksi pada kulit dan lemak yang mendasari (selulitis), osteomielitis (infeksi tulang) atau gangren. Gangren merupakan jaringan tubuh yang mati dan gelap yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar.

 

Ulkus kaki diabetik mempunyai banyak tahapan yaitu :

Tahap 0: Tidak terdapat luka, akan tetapi ada pembentukan kalus atau deformitas kaki.

Tahap 1: Ulkus kecil yang dangkal

Tahap 2: Ulkus yang meluas ke kapsul sendi atau tulang

Tahap 3: Ulkus dengan abses, osteomielitis dan infeksi

Tahap 4: Jaringan pada tumit atau telapak kaki bagian depan mati

Tahap 5: Seluruh jaringan di daerah kaki mati

 

Biasanya pengendalian diabetes yang baik akan membuat kemungkinan untuk mengembangkan komplikasi diabetes menjadi lebih kecil, termasuk dengan ulkus kaki.

Selain itu pengendalian kolesterol darah dan hipertensi dan faktor resiko lain juga bisa mengurangi resiko komplikasi diabetes.

Bila pada saat ini anda memiliki kebiasaan merokok maka usahakan untuk menghentikan kebiasaan tersebut.Kebiasaan merokok bisa merusak sirkulasi darah serta mengurangi kadar oksigen  dalam darah.

Untuk mencegah terjadinya ulkus anda bisa melakukan langkah-langkah ini :

  • Periksa kondisi kaki

Periksa kondisi kaki anda setiap hari secara teratur terutama pada ruang antar jari dan telapak kaki. Jika anda mempunyai masalah dengan penglihatan dan tidak bisa melihat kondisi kaki dengan baik maka cobalah meminta bantuan dari kerabat anda.

Perhatikan apakah pada bagian kaki anda ada kulit yang robek, ruam, memar, kapalan atau melepuh. Jika anda menemukan ada masalah pada kaki anda lalu tidak sembuh dalam beberapa hari maka konsultasikan hal ini dengan dokter anda.

 

  • Mencuci kaki

Biasakanlah untuk mencuci kaki anda dengan menggunakan sabun yang lembut setiap hari. Setelah itu rendam kaki anda dalam air hangat dengan suhu sekitar 38 ° C selama lima menit, lalu basuh kaki dengan menggunakan sabun yang lembut.

Penderita diabetes dengan neuropati seringkali kurang sensitif terhadap suhu maka gunakan termometer untuk memastikan bahwa suhu air tidak terlalu tinggi.

  • Memotong kuku

Potonglah kuku-kuku di jari kaki anda dengan hati-hati. Jika anda tidak mampu memotongnya sendiri maka mintalah bantuan kerabat anda.

 

  • Menggunakan krim pelembab

Olesi kaki anda dengan menggunakan krim pelembab supaya  tidak terjadi keretakan kulit terutama pada ruang di antara jari kaki.

 

  • Biasakan untuk selalu menggunakan alas kaki

Hindari kebiasaan berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Anda bisa menggunakan sepatu atau sandal yang terasa nyaman dan tidak terlalu sempit dengan bantalan yang baik.

Jika kaki anda telah mengalami deformitas maka gunakan sepatu yang telah disesuaikan dengan kaki anda. Dokter dapat merekomendasikan sepatu yang dirancang khusus (sepatu ortopedi) sesuai dengan bentuk kaki anda.

 

  • Kaus kaki katun

Pilih kaus kaki dengan kandungan katun yang tinggi sehingga menyerap keringat dan tidak mudah mengiritasi.

 

  • Rutin memeriksakan diri ke dokter

Buatlah jadwal kunjungan ke dokter dengan teratur. Pasien diabetes perlu diperiksa dokter setidaknya setahun sekali. Dokter akan memeriksa kaki anda untuk melihat apakah ada gejala awal gangguan sirkulasi darah atau saraf serta masalah kaki lainnya.

Leave a Reply