Mitos Makan Nasi Kemarin Bagi Diabetesi

posted in: Artikel | 0

Kesehatan adalah hal yang sangat penting bagi kita semua karena jika tubuh kita sudah jatuh sakit maka uang yang banyak seperti tidak ada harganya karena tidak jarang kita akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kesembuhan supaya bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Yang sering terjadi adalah jika tubuh sudah merasakan gejala sakit maka kita akan minum obat biasa, istirahat di rumah atau berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit terdekat.

Namun bagaimana jika keuangan kita terbatas ?

Namun bagaimana jika kita ingin berobat ke rumah sakit namun di sisi lain masih ada cicilan rumah yang harus dibayar tiap bulan, cicilan motor, uang sekolah anak, kebutuhan belanja rumah tangga tiap hari, dan lain-lain.

Dalam kondisi yang seperti ini biasanya kita akan memilih “jalan alternatif”, cara tidak biasa yang ada kalanya bagi orang lain terlihat aneh atau tidak lumrah.

Salah satu dari sekian banyak “jalan alternatif” tersebut adalah dengan mencoba melakukan mitos yang beredar di masyarakat.

Saat ini ada banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang terapi penyembuhan bagi penderita diabetes misalnya dengan cara diet yaitu dengan mengonsumsi nasi kemarin yang konon katanya sangat baik bagi penderita diabetes.

Namun sayangnya pada kenyataannya tidak ada hubungan antara kesehatan penderita diabetes dengan nasi kemarin yang dihangatkan.

Dr Herry Nursetiyanto, SpPD, FInaSIM (dokter spesialis penyakit dalam) dalam suatu acara “Indahnya Ibadah Puasa Bagi Penyandang Diabetes” bersama Novo Disk yang diadakan di Jakarta baru-baru ini juga ikut memberikan pernyataan yang menguatkan.

“Nasi putih yang baru memang memiliki lebih banyak kandungan gula jika dibandingkan dengan nasi kemarin dan sebaiknya menghitung berapa banyak nasi yang dimakan bila ingin mengurangi gula atau kalori dari nasi,” jelasnya, di Jakarta.

Dr Herry Nursetiyanto, SpPD, FInaSIM mengatakan bahwa sebagai alternatif pengganti dari nasi putih biasa, penderita diabetes bisa mengonsumsi havermut atau gandum dan nasi merah yang kandungan gulanya lebih sedikit jika dibandingkan dengan nasi putih, selain itu serat dalam bahan makanan tersebut bisa mencegah lepasnya gula darah ke dalam tubuh.

Dr Herry dalam sesi akhir acara tersebut memberikan keterangan bahwa dengan cara tersebut maka kadar gula darah bisa tetap stabil dimana kadar gula darah yang mudah turun dan naik dengan cepat adalah hal yang harus dihindari oleh penderita diabetes.

Leave a Reply