Obat Herbal Tulsi (Ocimum sanctum)

posted in: Blog | 0

Obat Herbal Tulsi (Ocimum sanctum)

Herbal merupakan bagian dari tanaman atau tumbuhan yang digunakan untuk bau, rasa atau sifat terapeutik. Salah satu dari sekian banyak herbal di dunia ini adalah Holy Basil (Ocimum sanctum) yang di Indonesia disebut dengan Kemangi sedangkan di India disebut dengan Tulsi.

Tulsi merupakan tumbuhan yang paling dihormati dan paling umum dari berbagai jenis tanaman di India yang  termasuk di dalam tradisi Hindu. Peran dari tanaman ini sebagai ramuan pengobatan sangat penting.

Tulsi merupakan tanaman yang memiliki aroma manis, tegak puber dengan tinggi antara 30 hingga 100 cm, yang biasanya tumbuh di tanah perkebunan ataupun lahan yang tidak terawat.

 

Tulsi memiliki tiga varietas:

  • Ocimum sanctum (Krishna Tulsi)
  • Ocimum sanctum (Rama Tulsi)
  • Ocimum gratissimum (Vana Tulsi)

 

Kandungan Kimia

Daun Tulsi diketahui memiliki berbagai senyawa biologis aktif misalnya apigenin, asam ursolat serta luteolin.

 

Manfaat Tulsi

Tanaman Tulsi diketahui mempunyai banyak manfaat kesehatan baik dari biji, daun ataupun seluruh bagian lain dari tanaman ini.

Berikut ini adalah berbagai manfaat kesehatan dari Tulsi :

Berdasarkan efek farmakologis, dalam sistem tradisional obat Ayurvedic, tanaman ini telah dikaitkan dengan beberapa sifat obat.

Hasil penelitian farmakologi yang terbaru telah membuktikan bahwa tanaman ini berfungsi sebagai anabolik hipoglikemik, depresi jantung, relaksan otot polos, adaptogenik, antifertilitas serta memiliki sifat imunomodulator.

Berdasarkan efek antimikroba, Tulsi mengandung minyak atsiri yang memiliki fungsi sebagai antijamur, antibakteri serta antivirus yang bis mencegah pertumbuhan M. tuberculosis, E. coli, B. anthracis, dan sebagainya.

Ekstrak Tulsi bisa mempercepat masa penyembuhan secara signifikan, gejala klinis dan parameter biokimia pada pasien dengan virus ensefalitis dan virus hepatitis.

Tanaman Tulsi juga memiliki efek antimalaria dimana dilaporkan bahwa minyak atsiri yang berasal dari dari Tulsi memiliki aktivitas larvisida 100% terhadap nyamuk Culex.

Menurut suatu uji coba tanaman Tulsi diketahui menunjukkan aktivitas antimalaria yang sangat luar biasa dimana selama dua jam ekstrak dari tanaman ini bisa berfungsi sebagai insektisida atau obat nyamuk.

Berdasarkan efek imunomodulator bisa diketahui bahwa minyak atsiri yang berasal dari tanaman Tulsi memiliki sifat anti-alergi.

Jika minyak atsiri ini diberikan pada hewan laboratorium, maka senyawa tersebut bisa melepaskan histamin di hadapan alergen dan mencegah degranulasi sel mast.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak Ocimum sanctum memiliki potensi yang sangat baik dalam mengatasi gangguan imunologi seperti asma dan alergi.

Tanaman Tulsi diketahui memiliki efek adaptogenik atau efek antistres terhadap manusia. Dari segi efek antifertilitas, asam ursolat yang merupakan salah satu unsur utama dari daun telah dilaporkan memiliki aktivitas antifertilitas pada tikus.

Efek yang telah dihubungkan dengan efek antiestrogenik itu kemungkinan bisa mencegah spermatogenesis pada laki-laki dan implantasi sel telur pada perempuan. Ekstrak Tulsi memiliki potensi untuk menjadi agen antifertilitas yang tidak memiliki efek samping.

Tanaman Tulsi diketahui memiliki efek anti-diabetes. Pengujian crossover plasebo terkontrol pada 40 relawan secara acak yang menderita diabetes tipe II telah dilakukan.

Pada minggu keempat dari percobaan percobaan tersebut subjek bergantian menerima dosis harian sebanyak 2,5 g serbuk daun Tulsi atau plasebo selama waktu dua minggu.

Hasil penelitian memperlihatkan adanya penurunan sebesar 17,6% pada glukosa darah puasa serta penurunan glukosa darah postprandial sebesar 7,3% pada pengobatan dengan Tulsi jika dibandingkan dengan kadar glukosa darah selama pengobatan dengan plasebo.

Sedangkan kaitan tanaman Tulsi dengan penyakit jantung adalah tanaman ini memiliki efek yang positif atas ditoksifikasi dan tekanan darah di mana penggunaan reguler dari pengobatan yang menggunakan tanaman ini bisa mencegah serangan jantung.

Caranya adalah dengan membuat sebuah tonik yang dibuat dengan mencampur 1 gram daun kering Tulsi dengan sesendok madu atau mentega dan gula permen, lalu diminum dua kali dalam sehari pada pagi hari dan malam hari pada saat sebelum tidur. Dengan meminum ramuan  daun teh Tulsi, tekanan darah bisa terkendali dengan baik .

Daun Tulsi dalam bentuk pasta  juga bisa digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit parasit pada kulit dan juga bisa mengatasi demam dengan cara mengoleskannya pada kuku jari kaki dan tangan.

Jus daun Tulsi bisa diberikan pada anak yang menderita radang selaput lendir hidung dan bronkitis. Tanaman ini disebutkan memiliki efek karminatif, yang mengeluarkan keringat dan sifat stimulan.

Tanaman ini digunakan untuk batuk dan juga sebagai cuci mulut untuk menghilangkan sakit gigi. Juga baik digunakan untuk sakit kepala, kejang, kram, demam dan kolera.

Daun Tulsi dianggap sebagai agen antistres atau adaptogen. Penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa daun Tulsi bisa mencegah stres secara signifikan. Bahkan orang sehatpun  bisa mencegah stres dengan cara mengunyah 12 daun Tulsi selama dua kali sehari.

Leave a Reply